Jumat, 12 Juni 2009

MEMBERSIHKAN VIRUS DENGAN SINGKAT

Tidak semua program antivirus dapat membersihkan file yang sudah terinfeksi virus W32/Sality.AE. Malah bisa-bisa, file tersebut akan rusak setelah di-scan dan dibersihkan oleh antivirus yang tidak tepat. Virus Sality akan menyebar dengan cepat melalui jaringan dengan memanfaatkan default share Windows atau share folder yang mempunyai akses full dengan cara menginfeksi file yang mempunyai ekstensi exe/com/scr. Untuk itu, perusahaan sekuriti Vaksincom menyarankan pengguna komputer untuk menonaktifkan Default Share (C$, D$ .. dst) dan hindari full sharing folder Anda di jaringan. Berikut tips trick membersihkan sality dengan singkat : 1. Putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan dan internet. 2. Matikan System Restore selama proses pembersihan berlangsung. 3. Matikan Autorun dan Default Share. Silahkan download file berikut kemudian jalankan dengan cara: klik kanan repair.inf lalu install. http://www.4shared.com/file/82762498/f5dc1edd/repair.html?dirPwdVerified=feea1d94 4. Matikan program aplikasi yang aktif di memori agar proses pembersihan lebih cepat terutama program yang ada dalam daftar startup. 5. Sebaiknya scan dengan menggunakan removal tools dengan terlebih dahulu merubah ekstensi dari removal tools tersebut dengan ekstensi lain [contoh: CMD] agar tidak diinfeksi ulang oleh W32/Sality.AE. 6. Agar komputer yang sudah terinfeksi W32/Sality.AE dapat booting safe mode, silahkan restore registry yang sudah diubah oleh virus. Silahkan download file berikut kemudian jalankan sesuai OS yang terinfeksi W32/Sality.AE tersebut. http://www.4shared.com/file/82761423/934fb170/_2__Sality.htmldirPwdVerified=feea1d94 7. Fix registry lain yang diubah oleh virus, silahkan download tools berikut kemudian jalankan file tersebut dengan cara: klik kanan repair.inf lalu install http://www.4shared.com/file/82874724/f485f1dd/repair.html?dirPwdVerified=3b1f2fa9 8. Restart komputer dan scan ulang dengan menggunakan removal tools untuk memastikan komputer telah bersih dari virus. 9. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang sebaiknya install dan scan dengan antivirus yang dapat mendeteksi Sality dengan baik.

Read More..

Processor Desktop ceLeron dan Pentium 4

Celeron atau lengkapnya disebut dengan istilah Intel Celeron adalah nama resmi salah satu jenis/keluarga prosesor produksi Intel Corporation, merupakan prosesor single core. Prosesor ini dipasarkan ke konsumen sebagai prosesor kelas ekonomi (low end) atau prosesor berharga murah. Intel Celeron kemudian berkembang menjadi Celeron D yang juga dipasarkan ke konsumen sebagai prosesor kelas ekonomi berharga murah. Seperti telah diketahui secara luas, perusahaan Intel, selain memproduksi prosesor desktop kelas low end, juga memproduksi prosesor desktop kelas high end, yaitu Intel Pentium (Pentium Classic, Pentium MMX, Pentium Pro, Pentium 2, Pentium 3, Pentium 4, Pentium D, Pentium Extreme Edition, Pentium Dual Core, Core 2 Duo hingga Core 2 Extreme dan Core 2 Quad). Di Indonesia, khususnya kalangan pengguna komputer yang masih awam, seringkali rancu dalam memahami prosesor Celeron. Sebagian di antara mereka mengira bahwa Celeron adalah Pentium, bahkan tak jarang menuliskannya dengan istilah Pentium Celeron (?). Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa Pentium adalah prosesor desktop kelas high end, sedangkan Celeron adalah prosesor kelas ekonomi (low end), keduanya produksi perusahaan Intel. Celeron berbeda dengan Pentium. Celeron bukan Pentium. Fitur kedua prosesor ini berbeda jauh. Bila diamati secara seksama, perbedaan fitur ini kebanyakan terletak pada besar ukuran L2 Cache dan FSB-nya. Dengan kalimat ‘kasar’, dapat dikatakan bahwa Pentium adalah prosesor desktop kelas tinggi (lebih mahal harganya) sedangkan Celeron adalah prosesor desktop kelas rendahan (tentunya lebih murah harganya). Berikut ini dibahas lebih rinci mengenai prosesor Celeron. Silahkan membandingkan sendiri dengan prosesor desktop keluarga Pentium atau prosesor desktop high end lainnya yang telah dibahas pada bab terdahulu. Prosesor desktop Intel Celeron banyak sekali jenis atau macamnya, antara lain Covington (250 nm), Mendocino (250 nm), Coppermine-128 (180 nm), Tualatin-256 (130 nm), Willamette-128 (180 nm), Northwood-128 (130 nm). Sedangkan Intel Celeron D, meliputi Prescott-256 (90 nm), Cedar Mill-512 (65 nm) dan Conroe-L (65 nm). 1. Celeron dengan nama sandi Covington Prosesor Celeron bernama sandi Covington diproduksi dengan teknik fabrikasi 250 nm, berbasis mikroarsitektur Intel P6 (Pentium 2-based). Di dalam chip silikonnya mengandung 7,5 juta transistor, memiliki L1 Cache 32 KB, tidak memiliki L2 Cache. Besar FSB 66 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor 266 MHz dan 300 MHz. Covington dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX. Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan slot 1 yang memiliki 242 pin ( 242-pin Slot 1 SEC (Single Edge Contact) processor package). Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 15 April 1998. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Covington 2. Celeron dengan nama sandi Mendocino Sama seperti prosesor Covington, prosesor Celeron bernama sandi Mendocino diproduksi dengan teknik fabrikasi 250 nm, berbasis mikroarsitektur Intel P6 (Pentium 2-based). Di dalam chip silikonnya mengandung jumlah transistor yang lebih besar, yaitu 19 juta transistor, memiliki L1 Cache 32 KB dan L2 Cache integrated (on chip) 128 KB. Besar FSB 66 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor berkisar 300 MHz hingga 533 MHz. Prosesor Mendocino dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX. Sebagian varian/model prosesor mengunakan dudukan slot 1 yang memiliki 242 pin (242-pin Slot 1 SEPP: Single Edge Processor Package), sebagian lainnya menggunakan dudukan soket 370 PPGA. Fitur-fitur Celeron Mendocino tampak lebih bagus dibandingkan Celeron Covington. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 24 Agustus 1998. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Mendocino 3. Celeron dengan nama sandi Coppermine-128 Prosesor Celeron bernama sandi Coppermine-128 diproduksi dengan teknik fabrikasi 180 nm, berbasis mikroarsitektur Intel P6 (Pentium 3- Coppermine based). Di dalam chip silikonnya mengandung 28,1 juta transistor, memiliki L1 Cache 32 KB dan L2 Cache 128 KB on chip (integrated). Sebagian prosesor ber-FSB 66 MHz dan sebagian lainnya ber-FSB 100 MHz. Clock speed (frekuensi) prosesor berkisar 533 MHz hingga 1300 MHz. Prosesor Coppermine-128 dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX dan SSE kependekan dari Streaming SIMD Extensions (Streaming ‘Single Instruction, Multiple Data’ Extensions). Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan soket 370 PPGA. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal bulan Maret 2000. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Coppermine-128 4. Celeron dengan nama sandi Tualatin-256 Prosesor Celeron bernama sandi Tualatin-256 diproduksi dengan teknik fabrikasi 130 nm, berbasis mikroarsitektur Intel P6 (Pentium 3 Tualatin-based). Di dalam chip silikonnya mengandung 44 juta transistor, memiliki L1 Cache 32 KB, L2 Cache 256 KB. Besar FSB 100 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor 1000 MHz hingga 1400 MHz. Prosesor Tualatin-256 dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX dan SSE. Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan dudukan soket 370 PPGA. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 2 Oktober 2001. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Tualatin-256 5. Celeron dengan nama sandi Willamette-128 Prosesor Celeron bernama sandi Willamette-128 diproduksi dengan teknik fabrikasi 180 nm, berbasis mikroarsitektur NetBurst. Di dalam chip silikonnya mengandung 42 juta transistor, memiliki L1 Cache 12+8 KB, L2 Cache 128 KB. Besar FSB 400 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor 1700 MHz dan 1800 MHz. Prosesor Willamette-128 dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX, SSE, dan SSE2. Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan soket 478. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 15 Mei 2002. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Willamette-128 6. Celeron dengan nama sandi Northwood-128 Prosesor Celeron bernama sandi Northwood-128 diproduksi dengan teknik fabrikasi 130 nm, berbasis mikroarsitektur NetBurst. Di dalam chip silikonnya mengandung 55 juta transistor, memiliki L1 Cache 12+8 KB, L2 Cache 128 KB. Besar FSB 400 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor 1800 MHz hingga 2800 MHz. Prosesor Northwood-128 dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX, SSE, dan SSE2. Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan soket 478. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal september 2002. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Northwood-128 Pentium 4 adalah mikroprosesor generasi ketujuh yang dibuat oleh Intel Corporation dan dirilis pada bulan November 2000 meneruskan prosesor Intel Pentium III. Nama perkenalan generasi awalnya adalah Willamette, kemudian dikembangkan kembali dengan nama perkenalan Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill. Nama prosesor Intel Pentium 4 Nama perkenalan Willamette Northwood Prescott Cedar-Mill Luas penampang Willamette: 217 mm2 Northwood: 131 mm2 Prescott: 112 mm2 Proses produksi Willamette: 180 nm Northwood: 130 nm Prescott: 90 nm Cedar-Mill: 65 nm Jangkauan kecepatan 1,3 GHz hingga 3,8 GHz Transistor Willamette: 42.000.000 Northwood: 55.000.000 Prescott: 125.000.000 Instruksi tambahan x86, MMX, SSE, SSE2, SSE3 (Prescott dan Cedar-Mill), EM64T (Prescott dan Cedar-Mill), Intel xD (Execute Disable Bit untuk melindungi diri dari ancaman buffer overflow), Intel Hyper-Threading (beberapa prosesor Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill), dan teknologi virtualisasi Intel (Vanderpool) Bus sisi depan (FSB) 400 MHz, 533 MHz, 800 MHz, atau 1.066 MHz (bersifat empat kali lipat atau quad) Pipeline Willamette dan Northwood: 20 Prescott dan Cedar Mill: 31 Cache L1 Cache data: 8 KB (Wilamette, Northwood); 16 KB (Prescott, Cedar-Mill) Cache instruksi: 12 KB Cache L2 256 KB, 512 KB, atau 1.024 KB, dalam tubuh, kecepatan penuh (setara dengan kecepatan prosesor) dengan lebar lajur 256-bit Jenis cache L2 Asosiatif delapan lajur, mendukung ECC Cache memori 4 GB Dudukan prosesor FC-PGA 423 (Flip-Chip Pin-Grid Array) FC-PGA Mikro 478 (Micro Flip-Chip Pin-Grid Array) LGA 775 (Land Grid Array) Dukungan multiprosesor Tidak (hanya didukung oleh Intel Xeon) Memori yang didukung SDRAM: PC-133 DDR-SDRAM: PC-2100, PC-2700, PC-3200 (satu atau dua kanal) DDR 2-SDRAM: PC-4200, PC-5300, PC-6400, PC-8000 RDRAM: PC-600, PC-700, PC-800, PC-1066.

Read More..

Kegunaan System Restore

System Restore itu apa ya????? Berbeda dengan back up system restore hanya mempengaruhi sistem komputer anda saja, selebihnya tidak. System restore sangat dapat menjadi jalan alternatif ketika sistem pada komputer Anda bermasalah. System Restore bukan fitur baru dalam Windows XP. Bukan juga fitur yang sangat lama. System Restore sudah mulai diperkenalkan sejak Windows Me diluncurkan. System Restore memungkinkan seorang administrator untuk mengmbalikan system pad kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang di berikan/terjadi pada sistem Anda membuat sistem menjadi tidak stabil atau tidak sebagaimana mestinya. System Restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi sistem. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, System Restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan Restore Checkpoint. Restore Checkpoint adalah titik diman pemeriksaan dilakukan oleh komputer Anda, atau juga dapat dikatakan titik waktu dimana komputer melakukan Capture terhadap system. Anda juga dapat mengembalikan kondisi system pada kondisi-kondisi sebelumnya dimana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore Checkpoint juga dapat Anda lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri. System Restore tidak hanya melakukan restorasi harddisk yang digunakan untuk operating sistem dja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab biasa nya Anda menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan letak oprating sistem Anda. Pembahasan selanjutnya mengenai System Restore hanya akan terbatas pada Windows XP saja. Aktivasi System Restore Bagaimana mengaktifkan system restore? Sebenarnya secara standar, sytem restore akan aktif dengan otomatis, segera setelahWindowa berhasil diinstal. Aktifnya system restore membutuhkan minimal 200 MB pad setiap partisi. Jika ruang yang ada minimal ada tidak mencukupi maka secara otomatis *** system restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi. Bagaimana bila ingin mengkontrol (mengaktifkan atau mematikan) System Restore? Proses kontrol ini dapat dilakukan secara manual, bila Anda inginkan. Caranya ikuti langkah berikut : 1) Klik kanan pada My Computer, lalu pilih Propertis 2) Pada jendela Propertis, pilih halaman System Restore 3) Pada halaman ini, Anda dapat mematikan semua Sytem Restore pada partisi dengan memberikan tanda centrang pad opsi Turn off system restore on all drives(dibagian paling atas). Atau secara manual mematikan System restore satu persatu pad masing masing partisi. Caranya : a) Pilih partisi yang ada di kolom Available drives. Lalu tekan tombol setting di sebelah kanan b) Kemudian berikan tanda centrang pad opsi turn off System restore on this drive c) Sebagai catatan : pada partisi dimana Windows di instal hal ini dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah dengan mengikut langkah ketiga dimana system restore pada semua partisi ikut dimatikan. Dapatkah kapasitas system restore di kecilkan? Dikecilkan tidak mungkin. Namun bisa diperbesar tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restorre terus bertambah maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk. Bila ingin mengatur ruang untuk system restore Anda dapat melakukannya pada System Restore Setting yang ada pada propertis My Computer (perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya 1) Pilih partisi (dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system restore-nya 2) kemudian tekan tombol setting. Setelah itu tentukn persentase kapasitas yang diinginkan. Apakah kerja system restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri? Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus menerus ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan. Siapa saja yang dapat menggunakan system restore ? Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem restore(pertanyaan kedua dan ketiga). Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja. Hanya sistem saja apa saja yang direstorasi oleh system restore? Yang di restorasi oleh system restore hanya file yang ada pad sistem saja. Selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal. Meskipun demikian, bukan berati sistem anda kembali menjadi nol atau ter-reset. Misalnya saja password pada Windows yang tidak akan ikut terrestorasi. Begitu *** password yang ada pada cache memory internet explorer anda. Namun, lain halnya dengan password yang ada pada program-program. Misalnya password untuk login ke Yahoo!. Umumnya Anda yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password Anda masih tertulis disana, kolom password ini kosong. Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini umumnya disimpan pada server luar komputer Anda, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Cukup masukan login dan password yang sama, Anda pun dapat mengakses kembali ke Yahoo! Messenger Anda. Apalagi yang direstorasi dan yang tidak direstorasi oleh sytem restore? Berikut adalah data lain yang direstorasi oleh sytem restore : 1) Perubahan yang ada dalam registry 2) Profil local 3) COM + DB 4) WFP.dll cache 5) WMI DB 6) IIS Metabase Dan berikut dalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore : 1) Setting pada DRM 2) Setting pada WPA 3) Data pada folder redirect program. Bagaimana dengan aplikasi?apakah system restore akan melakukan uninstal pada aplikasi tersebut? Aplikasi yang sudah diinstal tidak di-uninstal oleh system restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memangtidak dimonitor oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda meng-uninstall terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkna, kemudian lakukan system restore. Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut. Ingat bahwa system restore berbeda dengan back up Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My Document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang system restore tidak mengamati file-file seperti itu.(doc,JPEG, dan sebagainya) Restore Point Pada saat kapan saja restore point dilakukan? Tidak ada waktu pasti kapan restore point dilakukan. Yang pasti pembuatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer hanya dilakukan bila komputer idle. Dan untuk proses ini komputer akan selalu stand by. Sehingga kapan saja(setiap hari sekalipun)komputer idle, system restore baru membuat restore point. Bagaimana membuat restore point? Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai berikut: 1) Tekan menu start 2) Pilih All Program, Accecoris, System Tools, System Restore. 3) Setelah System restore Wizard terbuka berikan tanda pada create a restore point, dan tekan tombol next 4) berikan nama pada restore point yang Anda buat, tekan Next 5) kemudian tekan tombol create. Restore point yang Anda buat akan dicatat sebagai restore point pada jam dan waktu pembuatan dilakukan. Bagaimana menghapus restore point? Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali Anda menonaktifkan system restore – penonaktifan akan membuat restore point hilang semua. Klik kanan partisi dimana restore point ingin dihapus, lalu pilih propertis. Kemuadian tekan tombol Disk Clean Up dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up. Bagaimana menjalankan system restore ? System restore dapat digunakan baik dalam modul normal atau safe mode. Untuk mengakses system restore dari modul normal: 1) Pilih menu Start, All Program, accessories, System Tools, System Restore. 2) Setelah itu pada opsi dikanan atas pilih Restore My Computer to an earluer time. Tekan Next. 3) Tentukan waktu dimana system ingin dikembalikan. 4) Jika sudah yakin terus Next, sampai kemudian system restore akan berjalan. 5) Setelah selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan. Untuk menjalankan system restore pada halaman safe mode, Anda dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam safe mode. System Restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal. Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengetahui apa manfaat System Restore. Tidak ada salahnya lagi menggunakan System Restore ini dari pada harus berkali-kali menggunakan opsi repair atau perbaikan yang ada pada Windows. Proses System Restore hanya memakan waktu sebentar. Setelah System Restore dijalankan, komputer akan me-restart dan login dalm modul biasa. Bila sudah seperti ini, maka komputer sudah dapat digunakan kembali. Catatan : Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya Anda mereset System Restore Anda. Agar pada saat System Restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset System Restore adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan segera. Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka akan kembali terestorasi begitu System Restore di jalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika Anda terfikir untuk menjalankan System Restore.

Read More..

Partisi di Linux dan Windows

Satu komputer punya 4 hard-disk controller (IDE). hda = primary-master (biasanya harddisk utama) hdb = primary-slave hdc = secondary-master (biasanya CD-ROM) hdd = secondary-slave harddisk bisa dibagi menjadi 4 partisi utama, nama partisinya hda1 - hda4. Salah satu partisi utama (hda2 .. hda3) bisa dibuat menjadi extended-partition. Dalam extended partition anda bisa buat beberapa partisi lagi, namanya hda5, hda6 dst. Untuk dipakai suatu operating system, partiti tersebut harus diformat. Untuk Windows 9x/ME/XP, formatnya disebut FAT32. Windows memetakan partisi FAT32 ke nama drive (C:, D:, dst). Windows hanya bisa jalan kalau drive C: nya adalah partisi hda1. Kalau di-Linux, banyak pilihan format. Yang terkenal adalah EXT3, ReiserFS, atau JFS. Semuanya oke, pilih saja salah satu. Linux me-mount partisi ke suatu direktori / (root), /usr,/home, dan lain-lain. Linux bisa di-taruh di partisi mana saja. Biasanya saat anda beli komputer baru, harddisknya cuma punya satu partisi, semuanya drive C: buat windows. Jadi anda harus membuat partisi buat Linux dulu. Linux bisa pakai 1 partisi, tapi biar jalan bagus, minimal perlu 3 partisi. Kemudian karena biasanya data akan kita pakai dari Linux maupun Windows, bagusnya ditaruh di partisi tersendiri yang bisa diakses dari Windows maupun Linux. Maka partisi saya sarankan adalah sbb: hda1 = Windows C: 2 GB cukup untuk Windows dengan aplikasi Office standard. hda2 = ExtendedHarus dibuat, gunakan semua sisa harddisk. Partisi-partisi berikutnya akan dibuat di dalam extended ini. hda5 = Windows D:Buat data, misal 1 GB. hda6 = Windows E:Buat program ekstra, games, dll. Misal 2 GB. hda7 = linux swapRumus umum adalah 2 x jumlah_memori, atau maksimal 512 MB. hda8 = linux /Sekitar 800 MB. Dari pengalaman, kalau terlalu besar Linux akan lambat. hda9 = Linux /usrSekitar 2-3 GB untuk program-program utama Linux. hda10 = Linux /optPartisi pilihan untuk software optional, misal java. Kalau anda sampai install ulang Linux, partisi ini bisa dibirkan utuh dan langsung dipakai. Untuk menyiapkan partisi harddisk anda perlu software khusus. Linux menyediakan yang namanya FIPS. Tapi kalau mau aman dan mudah, pakai Partition Magic (versi 3 atau lebih baru). Cari software-nya, install, lalu jalankan. Yang harus anda lakukan adalah: Biar prosesnya cepat, matikan options "check for bad sector". Resize partisi Windows anda (hda1, drive C:) jadi sekitar 2-3 GB. Buat partisi-partisi lainnya sesuai rancangan yang sudah diberikan. Untuk Windows pilih tipe FAT32, untuk Linux pilih Unformatted saja , nanti akan diformat saat kita menginstall Linux.

Read More..

Rabu, 10 Juni 2009

PROCESSOR DESKTOP INTEL CELERON DAN PENTIUM 4

Celeron atau lengkapnya disebut dengan istilah Intel Celeron adalah nama resmi salah satu jenis/keluarga prosesor produksi Intel Corporation, merupakan prosesor single core. Prosesor ini dipasarkan ke konsumen sebagai prosesor kelas ekonomi (low end) atau prosesor berharga murah. Intel Celeron kemudian berkembang menjadi Celeron D yang juga dipasarkan ke konsumen sebagai prosesor kelas ekonomi berharga murah. Seperti telah diketahui secara luas, perusahaan Intel, selain memproduksi prosesor desktop kelas low end, juga memproduksi prosesor desktop kelas high end, yaitu Intel Pentium (Pentium Classic, Pentium MMX, Pentium Pro, Pentium 2, Pentium 3, Pentium 4, Pentium D, Pentium Extreme Edition, Pentium Dual Core, Core 2 Duo hingga Core 2 Extreme dan Core 2 Quad). Di Indonesia, khususnya kalangan pengguna komputer yang masih awam, seringkali rancu dalam memahami prosesor Celeron. Sebagian di antara mereka mengira bahwa Celeron adalah Pentium, bahkan tak jarang menuliskannya dengan istilah Pentium Celeron (?). Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa Pentium adalah prosesor desktop kelas high end, sedangkan Celeron adalah prosesor kelas ekonomi (low end), keduanya produksi perusahaan Intel. Celeron berbeda dengan Pentium. Celeron bukan Pentium. Fitur kedua prosesor ini berbeda jauh. Bila diamati secara seksama, perbedaan fitur ini kebanyakan terletak pada besar ukuran L2 Cache dan FSB-nya. Dengan kalimat ‘kasar’, dapat dikatakan bahwa Pentium adalah prosesor desktop kelas tinggi (lebih mahal harganya) sedangkan Celeron adalah prosesor desktop kelas rendahan (tentunya lebih murah harganya). Berikut ini dibahas lebih rinci mengenai prosesor Celeron. Silahkan membandingkan sendiri dengan prosesor desktop keluarga Pentium atau prosesor desktop high end lainnya yang telah dibahas pada bab terdahulu. Prosesor desktop Intel Celeron banyak sekali jenis atau macamnya, antara lain Covington (250 nm), Mendocino (250 nm), Coppermine-128 (180 nm), Tualatin-256 (130 nm), Willamette-128 (180 nm), Northwood-128 (130 nm). Sedangkan Intel Celeron D, meliputi Prescott-256 (90 nm), Cedar Mill-512 (65 nm) dan Conroe-L (65 nm). 1. Celeron dengan nama sandi Covington Prosesor Celeron bernama sandi Covington diproduksi dengan teknik fabrikasi 250 nm, berbasis mikroarsitektur Intel P6 (Pentium 2-based). Di dalam chip silikonnya mengandung 7,5 juta transistor, memiliki L1 Cache 32 KB, tidak memiliki L2 Cache. Besar FSB 66 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor 266 MHz dan 300 MHz. Covington dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX. Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan slot 1 yang memiliki 242 pin ( 242-pin Slot 1 SEC (Single Edge Contact) processor package). Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 15 April 1998. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Covington 2. Celeron dengan nama sandi Mendocino Sama seperti prosesor Covington, prosesor Celeron bernama sandi Mendocino diproduksi dengan teknik fabrikasi 250 nm, berbasis mikroarsitektur Intel P6 (Pentium 2-based). Di dalam chip silikonnya mengandung jumlah transistor yang lebih besar, yaitu 19 juta transistor, memiliki L1 Cache 32 KB dan L2 Cache integrated (on chip) 128 KB. Besar FSB 66 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor berkisar 300 MHz hingga 533 MHz. Prosesor Mendocino dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX. Sebagian varian/model prosesor mengunakan dudukan slot 1 yang memiliki 242 pin (242-pin Slot 1 SEPP: Single Edge Processor Package), sebagian lainnya menggunakan dudukan soket 370 PPGA. Fitur-fitur Celeron Mendocino tampak lebih bagus dibandingkan Celeron Covington. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 24 Agustus 1998. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Mendocino 3. Celeron dengan nama sandi Coppermine-128 Prosesor Celeron bernama sandi Coppermine-128 diproduksi dengan teknik fabrikasi 180 nm, berbasis mikroarsitektur Intel P6 (Pentium 3- Coppermine based). Di dalam chip silikonnya mengandung 28,1 juta transistor, memiliki L1 Cache 32 KB dan L2 Cache 128 KB on chip (integrated). Sebagian prosesor ber-FSB 66 MHz dan sebagian lainnya ber-FSB 100 MHz. Clock speed (frekuensi) prosesor berkisar 533 MHz hingga 1300 MHz. Prosesor Coppermine-128 dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX dan SSE kependekan dari Streaming SIMD Extensions (Streaming ‘Single Instruction, Multiple Data’ Extensions). Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan soket 370 PPGA. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal bulan Maret 2000. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Coppermine-128 4. Celeron dengan nama sandi Tualatin-256 Prosesor Celeron bernama sandi Tualatin-256 diproduksi dengan teknik fabrikasi 130 nm, berbasis mikroarsitektur Intel P6 (Pentium 3 Tualatin-based). Di dalam chip silikonnya mengandung 44 juta transistor, memiliki L1 Cache 32 KB, L2 Cache 256 KB. Besar FSB 100 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor 1000 MHz hingga 1400 MHz. Prosesor Tualatin-256 dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX dan SSE. Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan dudukan soket 370 PPGA. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 2 Oktober 2001. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Tualatin-256 5. Celeron dengan nama sandi Willamette-128 Prosesor Celeron bernama sandi Willamette-128 diproduksi dengan teknik fabrikasi 180 nm, berbasis mikroarsitektur NetBurst. Di dalam chip silikonnya mengandung 42 juta transistor, memiliki L1 Cache 12+8 KB, L2 Cache 128 KB. Besar FSB 400 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor 1700 MHz dan 1800 MHz. Prosesor Willamette-128 dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX, SSE, dan SSE2. Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan soket 478. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 15 Mei 2002. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Willamette-128 6. Celeron dengan nama sandi Northwood-128 Prosesor Celeron bernama sandi Northwood-128 diproduksi dengan teknik fabrikasi 130 nm, berbasis mikroarsitektur NetBurst. Di dalam chip silikonnya mengandung 55 juta transistor, memiliki L1 Cache 12+8 KB, L2 Cache 128 KB. Besar FSB 400 MHz, clock speed (frekuensi) prosesor 1800 MHz hingga 2800 MHz. Prosesor Northwood-128 dilengkapi fitur yang mendukung teknologi MMX, SSE, dan SSE2. Seluruh varian/model prosesor mengunakan dudukan soket 478. Prosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal september 2002. Data selengkapnya disajikan pada Tabel Prosesor Intel Celeron dengan nama sandi Northwood-128 Pentium 4 adalah mikroprosesor generasi ketujuh yang dibuat oleh Intel Corporation dan dirilis pada bulan November 2000 meneruskan prosesor Intel Pentium III. Nama perkenalan generasi awalnya adalah Willamette, kemudian dikembangkan kembali dengan nama perkenalan Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill. Nama prosesor Intel Pentium 4 Nama perkenalan Willamette Northwood Prescott Cedar-Mill Luas penampang Willamette: 217 mm2 Northwood: 131 mm2 Prescott: 112 mm2 Proses produksi Willamette: 180 nm Northwood: 130 nm Prescott: 90 nm Cedar-Mill: 65 nm Jangkauan kecepatan 1,3 GHz hingga 3,8 GHz Transistor Willamette: 42.000.000 Northwood: 55.000.000 Prescott: 125.000.000 Instruksi tambahan x86, MMX, SSE, SSE2, SSE3 (Prescott dan Cedar-Mill), EM64T (Prescott dan Cedar-Mill), Intel xD (Execute Disable Bit untuk melindungi diri dari ancaman buffer overflow), Intel Hyper-Threading (beberapa prosesor Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill), dan teknologi virtualisasi Intel (Vanderpool) Bus sisi depan (FSB) 400 MHz, 533 MHz, 800 MHz, atau 1.066 MHz (bersifat empat kali lipat atau quad) Pipeline Willamette dan Northwood: 20 Prescott dan Cedar Mill: 31 Cache L1 Cache data: 8 KB (Wilamette, Northwood); 16 KB (Prescott, Cedar-Mill) Cache instruksi: 12 KB Cache L2 256 KB, 512 KB, atau 1.024 KB, dalam tubuh, kecepatan penuh (setara dengan kecepatan prosesor) dengan lebar lajur 256-bit Jenis cache L2 Asosiatif delapan lajur, mendukung ECC Cache memori 4 GB Dudukan prosesor FC-PGA 423 (Flip-Chip Pin-Grid Array) FC-PGA Mikro 478 (Micro Flip-Chip Pin-Grid Array) LGA 775 (Land Grid Array) Dukungan multiprosesor Tidak (hanya didukung oleh Intel Xeon) Memori yang didukung SDRAM: PC-133 DDR-SDRAM: PC-2100, PC-2700, PC-3200 (satu atau dua kanal) DDR 2-SDRAM: PC-4200, PC-5300, PC-6400, PC-8000 RDRAM: PC-600, PC-700, PC-800, PC-1066.

Read More..

REPAIR WINDOWS XP TANPA HARUS RE-INSTALL

Kalian pasti pernah mengalami beberapa masalah dengan Windows XP di komputer kalian, mungkin salah satunya sampai pada tahap harus melakukan Repair pada XP kalian bahkan mungkin sampai harus me Re-Instal ulang XP kalian. Tapi sebelum meRe-Instal XP yang bermasalah itu, gak ada salahnya kalian coba tips yang satu ini untuk memperbaiki beberapa masalah yang sering terjadi pada Windows XP tanpa harus meRe-Instal XP pada komputer kalian. Adapun cara untuk memperbaiki beberapa masalah pada XP kalian tanpa harus meRe-instal nya silahkan kalian mengikuti langkah-langkah berikut ini... 1. Memperbaiki Instalasi (Repair Install) Jika Windows XP kalian rusak (corrupted) dimana kalian tidak mempunyai sistem operasi lain untuk melakukan booting, maka kalian dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja pada setting (pengaturan) awal. - Sebelumnya pastikan kalian memiliki key Windows XP yang valid. - Jika kalian dimintai password administrator, sebaiknya kalian pilih opsi perbaikan (repair) yang kedua, bukan yang pertama. - Lalu masukkan CD Windows XP kalian dan lakukan booting dari CD XP tersebut (sebelumnya settinglah pada bios untuk lakukan booting dari CD Room, tapi jangan lupa kembalikan settingan untuk booting dari Hard Disk lagi kalau sudah selesai semua). - Setelah keluar opsi perbaikan kedua R=Repair, lalu tekanlah tombol R untuk memulai perbaikan (repair). - Setelah itu tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement” - Kemudian tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS , Selanjutnya akan dilakukan pengecekan pada drive C: dan mulai menyalin file-file. Setelah selesai dengan proses-proses tersebut maka secara otomatis komputer kalian akan ter-restart. Biarkan CD XP kalia tetap dalam drivenya. - Setelah Restart, kalian akan melihat tampilan “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan, tampilannya seperti instalasi XP normal biasanya, yang meliputi “Collecting Information, Dynamic Update, Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation”. - Ketika ditanya untuk memasukkan key, masukkan key Windows XP kalian yang valid. - Sebaiknya kalian isikan nama atau Workgroup yang sama. - Lalu setelah selesai komputer kalian akan ter-restart lagi secara otomatis. - Kemudian kalian akan melihat tampilan seperti layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal. - Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan). - Selesai Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada. 2. NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt) Kalau kalian mendapat pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, maka lakukan langkah berikut ini: - Masukkanlah CD Windows XP dan lakukan booting dari CD tersebut. - Kemudian pada saat keluar opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R pada keyboard kalian. - Tekanlah angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang akan diperbaiki. - Biasanya #1 - Pindahlah ke CD Drive kalian berada. - Ketik: CD i386 - Ketik: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe - Apabila Windows XP Anda terinstal di tempat/drive lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya. - Keluarkan CD Anda dan ketik EXIT 3. HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt) Kalau kalian mendapatkan pesan tampilan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, kemungkinan besar file BOOT.INI sedang bermasalah biasanya file ini mengalami salah konfigurasi (misconfigured). - Masukkanlah CD Windows XP dan lakukan booting dari CD tersebut. - Kemudian ketika keluar opsi R=Repair yang pertama, tekanlah tombol R pada keyboard kalian. - Tekanlah angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki. - Biasanya #1 - Ketik: bootcfg /list gunanya untuk menampilkan isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini - Ketik: bootcfg /rebuild gunanya untuk memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI - Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT 4. Apabila direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang. Kalau kalian mendapatkan tampilan error dengan tulisan: “Windows could not start because the following files is missing or corrupt \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE” ikutilah langkah-langkah dibawah ini.. - Masukkanlah CD Windows XP dan lakukan booting dari CD tersebut. - Kemudian ketika keluar opsi R=Repair yang pertama, tekanlah tombol R pada keyboard kalian. - Tekanlah angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang akan diperbaiki. - Biasanya #1 - Masukkan password administrator jika diperlukan. - Ketik: cd \windows\system32\config - Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan: - Ketik: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak - Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan: - Ketik: copy \windows\repair\system - Ketik: copy \windows\repair\software - Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT 5. NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found) Kalau kalian mendapati tampilan error "NTLDR" tak ditemukan saat booting: a. Untuk partisi tipe FAT - Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM dari direktori i386 ke drive induk (root) C:\ b. Untuk partisi tipe NTFS - Masukkanlah CD Windows XP dan lakukan booting dari CD tersebut. - Kemudian ketika keluar opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R pada keyboard kalian. - Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang akan diperbaiki. - Biasanya #1 - Masukkanlah password administrator yang diminta jika diperlukan. - Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikanlah!). - Ketik: COPY X:\i386\NTLDR C\: - Ketik: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\ - Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT Namun apabila sudah di lakukan cara-cara tersebut tapi tetap minta untuk di Re-instal maka jangan lupa yang paling penting atau paling utama yang harus di lakukan adalah mem-Back up data-data kalian dan siapkan driver2 yang diperlukan. Selamat mencoba....

Read More..

Linux VS Windows

1. Linux adalah system operasi yang banyak pengguna, dapat membukukan dan menggunakan linux komputer pada waktu yang sama. Dua atau lebih para pemakai dapat membuka linux komputer dari Keyboard yang sama dan monitor oleh penggunaan yang sebetulnya, yang membiarkan Anda berpindah dari satu sesi pemakai ke yang lain dengan suatu kombinasi kunci khusus. Atau, pemakai dapat membuka linux komputer dari suatu terminal yang dijalankan Windows suatu yang terhubung dalam suatu jaringan Di dalam kontras, kebanyakan versi Windows adalah sistem single-user. Yang hanya satu pemakai pada waktu yang sama dapat membuka Windows dan menjalankan perintah. ( Windows2000 dan 2003 dapat di configurasi sebagai sistem multiuser dengan terminal service 2. linux tidak dibangun dalam graphical user interface ( GUI) Seperti yang dipakai Windows sebagai gantinya, GUI didalam linux disajikan oleh suatu komponen tambahan yang disebt Sistem X Windows. Anda dapat menjalankan linux tanpa X Windows, dalam hal ini Anda harus mengetikkan perintah perintah dalam command linux Jika Anda Suka menggunakan GUI, maka Anda harus menginstal dan menjalankan X Windows. X windows dipecah menjadi beberapa bagian; suatu komponen server, bernama x server, yang menangani pekerjaan sehari-hari menata berbagai jendela dan menyediakan grafik services untuk program aplikasi, dan pemakai sebagai penghubung komponen, dapat memanggil window manager, yang menyediakan pemakai ciri penghubungnya seperti menu, tombol, suatu taskbar, dan seterusnya. Beberapa manajer jendela berbeda juga tersedia, masing-masing dengan suatu tampilan yang berbeda. 3. Linux tidak dapat berjalan di program Windows, Anda tidak dapat menjalankan Microsoft Office in system Linux, sebagai gantinya, Anda harus mencari program serupa yang khusus untuk linux. Banyak linux distribusi datang dengan suatu deretan Office seperti starOffice, yang menyediakan word proccesing, spreadsheet, presentation, graphics, e-mail, calendar, and scheduling software. Dan dokumen yang diciptakan oleh starOffice adalah kompatibel dengan microsoft Office. Beribu-Ribu program lain ada dan tersedia untuk linux. 4. Linux tidak plug and play seperti pada Windows walaupun linux distribusi yang utama datang dengan konfigurasi program yang dapat secara otomatis mendeteksi dan mengatur banyak coomon perangkat keras komponen, linux dapat mengerjakan dan mendukung untuk plug-play perangkat keras. 5. Linux menggunakan sistem yang berbeda untuk mengakses disk drive dan file dibanding Windows. Karena suatu penjelasan bagaimana linux file sistem bekerja. " Aku tidak bisa melihat Drive C!". 6. Linux berjalan lebih baik pada perangkat keras lebih tua dari pada windows. Linux adalah suatu sistem operasi ideal untuk suatu komputer pentium yang lebih tua dengan sepesifikasi minimal, RAM 32MB dan 2GB hard-Drive (ruang kosong). Jika Anda menyukai barang yang antik, bagaimanapun, kamu dapat ( dengan sedikit permainan) linux dapat berjalan dengan baik pada suatu komputer 486 dengan RAM sedikitnyav4MB dan beberapa ratus MB ruang disk yang kosong. Seperti di Sistem Operasi yang lain, linux pun mempunyai tipe - tipe partisi yang digunakan untuk menjalankan linux itu sendiri, dan bahkan, linux mempunyai kemampuan untuk membaca partisi partisi sistem operasi yang lain. Sistem partisi yang bisa dibaca linux antara lain ext3, nfs, iso9660, msdos, vfat, ext2, minix, jfs, ntfs, reiser, swap dan masih banyak lagi yang lain. buat yang belum tau, apa itu ext2, ext3, bisa baca keterangan dbawah ini: ext2 : file system linux ext3 : ext2 dengan journaling, journaling adalah kemampuan linux untuk mempercepat pengecekan file sistem pada saat booting. fat, fat16, fat32, ntfs : file sistem di windows iso9660 : file sistem cdrom nfs : network file system, sistem file yang digunakan dalam sharing di jaringan. dll.

Read More..

Template by:
Free Blog Templates